Powered By Blogger

Sabtu, 29 Oktober 2011

"Kebohongan Untuk Sebuah Alibi"

Jam beker memekik keras membangunkan ku 
Tanganku bergerak spontan hendak mematikan alarm 
Melanjutkan alam tak sadar yang sempat terhenti 
Namun sel-sel otakku kembali mengingatkanku 
Akan kisah kemarin sore 
Sehingga ku harus beranjak dari tidurku 
Ingin rasanya jiwa ini bercerai dari badan 
Saat ku buka pesan di hp mu 
Ingin rasanya perut ini memuntahkan 
Semua kata_kata yang pernah kau ucapkan 
Tak pernah kau menghargai sebuah kesetiaan 
Kita harus belajar mengingatkan diri sendiri 
Tuhan itu memberi kita satu muka 
Untuk kita selalu belajar jujur 
Sepintar kita menyimpan bangkai 
Pasti akan tercium juga

"Penjahat Cinta"

cinta itu memiliki dua sisi seperti koin 
Satu sisi Selingkuh 
Satu sisi Setia 
Cinta itu bisa jadi tak terkalahkan 
Bahkan akal sehatpun tertaklukan 
Apakah Kesetiaan pada pasangan menimbulkan sakit hati? 
Situasi yang memporakporandakan isi kepala 
Lupa kesetiaan itu sesuatu yang berharga 
Lupa bedanya benar dari keliru 
Tak hanya pria bisa jadi penjahat 
Wanita pun bisa jadi penjahat 
Maka dengarlah ucapan dari mulut seorang wanita 
I Love him and I Love you too

Jumat, 07 Oktober 2011

"Menunggu"

Aku bukan orang yang mengerti bahasa isyarat
Apalagi itu mengandung makna filosofi berat
Aku tahu karena aku merasa
Bukan karena pemikiran mereka yang aku tidak pahami
Jatuh cinta....!
Kenapa perlu di pertanyakan?
Itu bukan sebuah teori-teori yang tercantum dalam buku-buku yang sering orang baca
Kadang mereka hanya melihat dengan mata
Tak tahu arti sesungguhnya
Aku tidak mengerti mengapa mereka tertawa
Sorak-sorak itu mengingatkan aku atas kutipan nama-nama pemikir
Mencoba meredam tawa yang sudah terdengar seperti orang mabuk
Sepintar memendam hati dari rasa amuk
Waktu menunjuk pukul tujuh
Diam....
Tak ada kata yang keluar dari bibirmu
Namun tak bisa mengeluh
Suara ponsel pun tak juga melenguh

Kamis, 18 Agustus 2011

"Gold Time"

Waktu adalah ibarat pisau atau pedang yang sangat tajam
Jika anda tidak bisa menggunakannya dengan baik dan tepat
Bisa jadi pisau atau pedang itu akan melukai diri anda sendiri
Waktu ibarat emas yang harus di manfaatkan semaksimal mungkin
Karena didalamnya terdapat berbagai macam nilai yang berharga

Jumat, 12 Agustus 2011

"Bendera Putih"

Ini bukan cerita tentang dirimu
Ini cerita tentang kisah kita
Aku tidak ingin membuatmu terkesan
atau membuatmu yakin tentang perasanku padamu
Ditempat ini kita berada saat itu
Melihat Warna langit yang berubah perlahan
Menyaksikan senja yang beranjak gelap
Saling bercerita tentang kehidupan dan kebersamaan
Sadarkah aku tentang perasaan ini???
Jawaban itu ada dimatamu
Mata yang lebih berbicara banyak hal
Yang terkatakan oleh bibirmu
Menyerah untuk menemukan penjelasan nalar
Seolah kota tanpa benteng
Ataupun rumah tanpa pagar
Kau membiarkanku masuk dalam dunia lewat matamu
Saat aku merasakan ketiadaan gravitasi bumi
Ruang angkasa tak terbatas
Kekuatanku ada padamu
Namun kenyataan.......
Memang selalu menghempaskan kita kembali ketanah
Terbanting keras hingga kadang membuat remuk
Tak perduli seberapa lamanya kita ingin bersama
Semua orang tak akan tahu kekuatanku tlah habis
Saat aku bertahan
Semakin hari aku semakin merasa
Ilusi itu semakin mendesak kepermukaan
Bergerak seolah magma
Yang menyusup celah-celah kerak bumi
Mencari kepundan yang siap meletuskannya
Kita hidup karena terbiasa
Kita sering membenci sebuah perpisahan
Tapi kita tetap menerimanya karena itu bagian hidup kita

Minggu, 07 Agustus 2011

"Nenek"

sorot matamu yang tajam
disertai guratan-guratan tegas di wajahmu
Mengisyaratkan panjangnya perjalanan hidup yang telah dilalui
Tubuhmu renta dimakan usia
Namun semangat dan pikiranmu
Untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman hidup
Tak pernah redup
Sebuah inspirasi bagaimana bertahan hidup

Senin, 01 Agustus 2011

"Aku salah menilaimu"

Jangan sesekali kau dekati MAWAR itu....!
Kata seseorang berbadan tegap dan mata yang tajam
Mawar itu penuh duri dan beracun
Aku melempar tanya yang sama lewat mata
Yang seketika meredup mendengar larangan itu?
Mengapa??
Bunga mawar itu indah tanyaku
Sekali kau memetik dan mencium aroma mawar itu
Kau akan terbius dan tak sadar
Kau akan bermain_main di ruang imajinasimu sendiri
Seolah-olah kamu pilihan hatinya
Kau pasti menangis dan sakit kata orang itu padaku
Menangis meraung_raung
Karena hatimu remuk redam
Mawar itu tak membuatmu mati
Namun racun membunuh perasaanmu
Ada raga tapi tak punya jiwa
Merah?
Warna yang menggoda mataku
Selalu saja aku bermimpi mawar itu
Doaku sama hendak memetik dan menanam mawar itu di hatiku
Kau akan melihat wajahmu nelangsa, penuh beban, penuh derita
Seperti seorang yang merasa rindu begitu besar
Hingga rindu itu terasa tengah meremas_remas hatimu tanpa belas
Lebih baik kau mengubur keinginanmu tuk memiliki mawar itu

Selasa, 26 Juli 2011

"Surat Terakhir"

Tidak ada yang ganjil dan keliru dalam pilihanku
Siapapun akan seperti aku
Bila dalam posisi ini
Memang kamu ingin melepas semua ikatan
Tanpa pernah memikirkan perasaan
Seperti menuang ikan-ikan di akuarium kedalam sungai
Dengan kesadaran untuk tidak mencari mereka lagi dan memang mustahil
"HIDUP SAYA BEGITU INDAH"
Kata-kata yang sangat dalam maknanya
Dan menghapus seketika sedih yang muncul dari rasa sakit
Sekaligus kegagalan untuk berbuat lebih baik
Kesenyapan masih terasa dalam hati
Bagian yang selalu kosong setelah kau pergi
Kesenyapan ini menjelma menjadi luka yang dalam
Kini bekasnya tetap ada
Inilah bagian yang ganjil dan bagian yang seharusnya sayup dan redup
Semua kesedihan dan kebahagian berasal dari sini
Ada di masa kini dan terbawa ke masa depan
Apa ya nama perasaan semacam ini?
Rasanya seperti sesak dan sakit
Mungkin ini namanya kesedihan
Aku benar_benar lelah
Kau meninggalkan jauh di belakang
Ini surat terakhir untukmu
Demi sebuah harga diri karna kau begitu berarti
Hari-hari yang tidak akan kita miliki lagi di manapun
Memulai kehidupan baru setelah letih
Bermain dari Sandiwara Cintamu