Aku mendongakkan wajah begitu desingan tajam diatas ubun-ubun ku
Menggiring burung lenyap dari mata lamurku
Menarik nafasku yang kian terasa menyempit
Bau bacin yang menyengat dari selokan berair hitam kental
Sesuatu yang terdengar seperti surga dunia
Sesuatu yang terlihat elok rupa
Ternyata fatamorgana
Cupingku terasa memerah saat orang-orang berbicara sifatmu
Mulutku tak bersuara
Hatiku terasa terperas perih
Amarahku menguap terbawa angin utara
Maaf karna tak seharusnya mutiara bening jatuh
Dia tlah membunuh logika berfikirku
Apa bisa???
Aku bertahan atau kehilangan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar