Kami anjing-anjing kecil yang besar di jalanan
Diasuh debu kemarau dan hujan yang riang
Selain bak sampah, taman kota, terminal, trotoar, lorong-lorong pertokoan, atau pasar becek bau bacin
Kuburan pun jadi ladang kami
Tak perlu sekolah untuk pandai berbohong
Tak perlu seragam untuk mencari sesuap nasi
Kami mendarat siang bolong
Yang terimpit diantara rumah-rumah penduduk
Matahari menancapkan panah-panah teriknya ke ubun-ubun
Kincir bambu bungkam dekat asap tipis sisa pembakaran sampah
Ayam-ayam liar mengorek-ngorek tanah
Konvoi semut, cacing, ulat dan kaki seribu
Menyelinap ke balik sampah dedaunan
Kadang kami sesekali ramai
Bila ada yang mati
Mirip pasar tumpah menjelang dan saat hari raya
Inilah kami...
Anjing-anjin kecil dengan hati ciut, terbirit-birit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar